web.unp.ac.id
UNP Dorong Mahasiswa Miliki Kompetensi Profesional melalui Uji Kompetensi Barista, Baker, dan Butcher
Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja melalui pengembangan kompetensi berbasis standar profesi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Uji Kompetensi Skema Okupasi Barista, Baker, dan Butcher yang diselenggarakan UPT Diklat dan Sertifikasi UNP bersama Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP), Kamis (13/8).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNP memastikan mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan yang diperoleh di ruang perkuliahan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diukur dan diakui sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Kepala UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, Dr. Zikri Alhadi, S.IP., M.A., mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing mahasiswa. Menurutnya, pengakuan terhadap kompetensi menjadi bekal strategis bagi mahasiswa ketika memasuki pasar kerja maupun memilih jalur kewirausahaan.
“Kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama proses pendidikan perlu memiliki pengakuan yang jelas. Melalui sertifikasi, keterampilan tersebut dapat dibuktikan berdasarkan standar yang berlaku dan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa maupun lulusan UNP,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan uji kompetensi juga menjadi bagian dari komitmen UNP dalam mengimplementasikan konsep Kampus Berdampak. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dengan capaian akademik yang baik, tetapi juga harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan relevan serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Sementara itu, Wakil Dekan FPP UNP Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Kasmita, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa bidang pariwisata dan perhotelan memiliki karakteristik industri yang sangat membutuhkan tenaga kerja profesional dan terampil.
Menurutnya, kompetensi pada bidang kuliner seperti barista, baker, dan butcher membutuhkan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan teknis, ketelitian, serta pemahaman terhadap standar kerja. Karena itu, asesmen kompetensi menjadi sarana penting untuk mengukur kesiapan mahasiswa dalam menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.
“Uji kompetensi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan secara langsung sesuai standar profesi. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses asesmen dengan optimal, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi sikap profesional,” ungkapnya.
Pelaksanaan uji kompetensi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa FPP untuk memperoleh pengalaman dalam menghadapi proses asesmen profesional. Peserta diuji berdasarkan kompetensi pada masing-masing skema okupasi, sehingga kemampuan yang dimiliki dapat diketahui secara objektif.
Wakil Dekan FPP UNP Bidang Akademik dan Kemahasiswaan kemudian secara resmi membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Skema Okupasi Barista, Baker, dan Butcher.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Penguatan kompetensi mahasiswa mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penyelenggaraan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan profesi. Di sisi lain, peningkatan keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja turut mendukung SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui kolaborasi antara UPT Diklat dan Sertifikasi dengan FPP, UNP terus memperluas ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman, keterampilan, dan pengakuan kompetensi sebelum menyelesaikan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri sekaligus membuka peluang mahasiswa untuk berkarier maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Pelaksanaan uji kompetensi Barista, Baker, dan Butcher menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UNP menghadirkan pendidikan yang berdampak, relevan, dan berorientasi pada penguatan daya saing lulusan. Dengan bekal kompetensi yang terukur dan tersertifikasi, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi dinamika dunia kerja serta berkontribusi secara profesional di tengah perkembangan industri pariwisata dan kuliner. (Humas UNP)
