UNP Perkuat Ketahanan Siber, 205 Peserta Ikuti Pelatihan Keamanan dan Penanganan Serangan Siber

▣ July 18, 2026 ◷ 11:16 am

Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat kesiapan dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan digital melalui Pelatihan Keamanan dan Penanganan Serangan Siber bagi Pengelola Aplikasi dan Website di Lingkungan Universitas Negeri Padang, Rabu (21 Januari 2026).

Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti sebanyak 205 peserta yang berasal dari berbagai fakultas, program studi, unit kerja, direktorat, dan lembaga di lingkungan UNP.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UNP dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para pengelola aplikasi, website, dan jurnal ilmiah. Penguatan kemampuan tersebut dinilai penting seiring semakin tingginya ketergantungan perguruan tinggi terhadap layanan digital.

Website institusi maupun platform jurnal ilmiah berbasis Open Journal System (OJS) merupakan bagian penting dalam mendukung penyebaran informasi, layanan akademik, serta publikasi ilmiah. Di sisi lain, platform digital tersebut juga menghadapi berbagai potensi ancaman, mulai dari malware dan perubahan tampilan situs secara ilegal (defacement) hingga serangan Distributed Denial of Service (DDoS).

Karena itu, pemahaman mengenai pencegahan, deteksi, serta penanganan insiden keamanan siber menjadi kemampuan yang semakin penting bagi pengelola sistem informasi di lingkungan perguruan tinggi.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dengan kompetensi di bidang keamanan teknologi informasi. Muhammad Rusdi, S.T., M.Pd.T., selaku Cyber Analysis Engineer, menyampaikan materi WordPress Security Audit & Incident Response. Materi tersebut membahas proses pemeriksaan keamanan website berbasis WordPress, identifikasi potensi kerentanan, hingga langkah penanganan ketika terjadi insiden.

Materi berikutnya disampaikan oleh Andri Eka Putra, M.Pd.T., sebagai OJS Cyber Attack Specialist. Ia membahas strategi pencegahan dan penanganan serangan siber pada platform Open Journal System (OJS), termasuk berbagai langkah yang dapat dilakukan pengelola jurnal untuk meningkatkan keamanan sistem publikasi ilmiah.

Sementara itu, Irving Nazmi, S.Kom., Kepala Seksi Infrastruktur Jaringan UNP, memberikan pemahaman mengenai keamanan hosting dan data center. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan, keamanan, dan keberlangsungan layanan digital yang digunakan sivitas akademika.

Wakil Rektor SDM dan Teknologi Informasi UNP, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si., menegaskan bahwa keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya berada pada pengelola teknis.

“Keamanan siber bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola teknis, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh sivitas akademika. Melalui pelatihan ini, kami berharap pengelola aplikasi, website, dan jurnal di lingkungan UNP memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mencegah serta menangani potensi serangan siber secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kompetensi pengelola sistem informasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya ancaman digital. Dengan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman keamanan siber yang baik, risiko gangguan terhadap layanan digital kampus dapat diminimalkan.

Selain memberikan pengetahuan teknis, pelatihan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antarunit di lingkungan UNP. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pengamanan sistem informasi tidak berjalan secara parsial, melainkan menjadi bagian dari tata kelola teknologi informasi universitas secara menyeluruh.

Direktur DTI UNP, Prof. Dr. Rahadian Zainul, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan sistem di masing-masing unit.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan sistem masing-masing, sehingga tercipta ekosistem digital kampus yang aman, andal, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penguatan keamanan sistem informasi merupakan bagian penting dalam mendukung transformasi digital UNP. Infrastruktur teknologi yang aman dan andal akan memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas akademik, administrasi, penelitian, publikasi, serta layanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, UNP menegaskan komitmennya untuk membangun budaya keamanan siber di lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperkuat cyber resilience dalam menghadapi perkembangan ancaman digital. Langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya ekosistem digital UNP yang semakin aman, tangguh, dan berkelanjutan dalam mendukung pencapaian visi universitas di tingkat nasional maupun internasional. (DTI UNP)